Berawal dari keprihatinan  terhadap keluhan ibu hamil di atas 95% mengalami emesis (mual) baik ringan maupun berat, keluhan sakit kepala, sakit ulu hati serta beban psikologis ibu hamil mengh- adapi persalinan yang menjadi penyebab angka kematian ibu dan bayi. Tahun 2016 Kab. Luwu Utara penyumbang tertinggi ke 3 (tiga) di Provinsi Sulawesi Selatan untuk  Angka Kematian Ibu, yaitu Tahun 2014 sebanyak 6 kasus, Tahun 2015 sebanyak 7 kasus, dan di Tahun 2016 sebanyak 11 kasus.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibuat inovasi ANTENATAL CARE HIPNOTERAPI. Inovasi  ini merupakan  salah satu cara untuk mempersiapkan mental ibu hamil agar siap menghadapi persalinan dan menghilangkan keluhan sakit ibu hamil. Pe- layanan dilaksanakan dengan metode relaksasi dan EFT (Emotional Freedom Tekniques) melalui teknik Endorphin Tapping dan Endorphin Touching. Inovasi ini san- gat dirasakan manfaatnya  oleh ibu hamil dan ibu bersalin karena semua keluhan ibu hamil dapat dikurangi bah- kan dihilangkan,  sehingga  aktifitas dan asupan  gizi ibu hamil dan bayi dalam kandungan dapat terpenuhi dan ibu pada saat menghadapi persalinan, lebih siap secara psikis. Dampak yang dihasilkan dari inovasi ini adalah:

1. Menurunkan dan menghilangkan keluhan ibu hamil sebanyak 1.136 orang dari 1.137 ibu hamil yang dilayani dengan persentase keberhasilan 99,999%.

2. Angka Kematian ibu menurun dari 11 kematian di Tahun 2016, menjadi 5 kematian di Tahun 2017. Jika dilihat dari wilayah sasaran Antenatal Care Hipnoterapi yang tenaga kesehatannya telah dilatih, tidak ada kematian karena kasus tersebut terjadi diluar dari wilayah sasaran.  Dari 5 kematian tersebut, 3 kasus persalinannya tidak dibantu oleh tenaga kesehatan Sedangkan 2 kasus lainnya meninggal  di ICU Rumah Sakit (pasca persal- inan).

3. Tersedianya 53 petugas kesehatan terlatih, yakni 8 dokter puskesmas, 18 bidan puskesmas, dan 27 bidan desa.

Keberlanjutan  dari program inovasi ini terus dikembangkan dengan membuat kegiatan pelatihan kepada tenaga bidan desa sebanyak 50 orang di dalam DPA Dinas Kesehatan Tahun 2018, sehingga sampai saat ini sudah  terdapat 103 tenaga kesehatan terlatih ANC Hpnoterapi dan sebagai bahan monitoring dan evaluasi, Puskesmas wajib melaporkan kegiatan tersebut setiap bulan ke Dinas Kesehatan.