Laboratorium Inovasi Daerah adalah satu program pendampingan yang dibangun untuk menumbuhkembangkan inovasi dari dalam birokrasi pemerintah daerah melalui proses konsultasi hingga bimbingan teknis dalam serangkaian proses memunculkan inovasi SKPD. Melalui Kegiatan Advokasi Laboratorium Inovasi Daerah Kota Makassar mendorong pemerintah daerah untuk menghasilkan ide dan karya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Adapun sasaran dari kegiatan advokasi laboratorium Inovasi adalah tumbuhnya kapasitas berinovasi yang ditandai dengan terwujudnya ide dan karya inovasi secara nyata, bermanfaat dan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Fungsi Laboratorium Inovasi Kota Makassar adalah sebagai : Lokasi/tempat diskusi; Coaching Clinic; Analisis dan Pengembangan Inovasi; Formulasi lahirnya calon inovasi baru; serta membangun strategi peningkatan kualitas inovasi. Laboratorium Inovasi Daerah Kota Makassar mereplikasi Laboratorium Inovasi Lembaga Administrasi Negara secara konsep dengan melakukan serangkaian proses/tahapan yang dikenal dengan nama 5 D inovasi, dimana setiap proses/tahapan memiliki tujuan dan metode tersendiri yang saling bersinergi untuk menghasilkan inovasi SKPD. 5 D Laboratorium Inovasi merupakan akronim dari Drum up, Diagnose, Design, Delivery dan Display. Melalui 5 (lima) langkah ini, Pemerintah Kota Makassar memunculkan berbagai inovasi terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dengan pelibatan penta helix yaitu Pemerintah, Akademis, Bisnis, Media, dan Komunitas sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kapasitasnya dalam upaya memenuhi tuntutan lingkungan strategis.