Masalah utama adalah Rendahnya Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan Pesisir di Kota Parepare. Pada tahun 2017 jumlah partisipasi aktif kerja perempuan pada pengolahan dan pembudidaya perikanan sekitar pesisir sejumlah 70 orang, dan jenis produk pengolahan dan budidya hanya 11 jenis dengan berat sekitar 6,3 ton/tahun dan berada di 3 lokasi pemasaran produksi. Disamping itu tidak tersedianya data : produktivitas pengolahan dan budidaya perikanan; nilai produksi pengolahan dan budidaya perikanan, sehingga sulit bagi OPD terkait untuk melakukan intervensi. Rendahnya produktivitas tersebut berkolerasi dengan tingkat pendapatan pengolah dan pembudidaya yakni rata-rata sekitar Rp.791.000/bulan/orang.

 

Inovasi “Berdaya Srikandi Oleh Srikandi” adalah bentuk pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan melalui metode pendekatan Edukatif-Fasilitatif terintegrasi. Pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan dan mengelola sumberdaya tersedia. sebagai upaya melibatkan perempuan secara aktif dalam usaha ekonomi produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Hal yang unik dalam peningkatan kapasitas perempuan melalui Inovasi “Berdaya Srikandi Oleh Srikandi” dimana pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan memanfaatkan perempuan untuk membina perempuan dalam mengelola sumberdaya tersedia dengan mengharuskan  para pendamping srikandi adalah sarjana dan ini baru pertama kali di Kota Parepare.

 

Pasca pelaksanaan inovasi, pada tahun 2019, jumlah partisipasi aktif kerja pengolahan dan pembudidaya perikanan naik sebesar 426% dari 70 menjadi 368 orang. Jenis yang diproduksi menjadi 40 jenis dengan tonase sebesar 173 ton atau naik sebesar 2.783% dan saat ini sudah tersebar di 38 lokasi pemasaran, dengan tingkat rata-rata pendapatan anggota pengelola naik sebesar 140% menjadi Rp.1,9 juta perbulan.