Sebelum inovasi bendera SASKIA lahir, sasaran kesehatan ibu dan anak sangat sulit terpantau, hal ini disebabkan karena tidak ada suatu tanda atau simbol bahwa di rumah tersebut ada sasaran kesehatan ibu dan anak karena petugas terkadang tidak menemukan lokasi rumah sasaran saat berkunjung.

 

Data cakupan Puskesmas Sinoa tahun 2016 menunjukkan bahwa persalinan yang ditolong oleh dukun beranak sebesar 18% (40 dari 222 ibu bersalin), ibu bersalin yang dilakukan dirumah sebesar 13,6% (192 dari 222 ibu bersalin), yang tidak memperoleh imunisasi dasar lengkap sebesar 12,8% (219 dari 251 bayi), masih ada balita gizi kurang sebanyak 22 orang.

 

Inovasi bendera SASKIA merupakan solusi atas masalah kesehatan ibu dan anak dimana status kesehatannya tidak terpantau secara berkala serta kurangnya kepedulian keluarga, masyarakat dan pemerintah desa. Bendera SASKIA ini dipasang oleh bidan dan kader posyandu yang terdiri dari 4 warna untuk ibu hamil yaitu warna hijau, biru, merah muda, merah tua, 1 warna untuk bayi yaitu kuning dan 1 warna untuk balita yaitu ungu.

Setelah inovasi Bendera SASKIA diimplementasikan telah memberikan dampak positif terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak karena sasaran dengan mudah ditemukan oleh petugas kesehatan yang berkunjung sehingga sasaran KIA terpantau secara kontinyu.

Data cakupan di Puskesmas Sinoa menunjukkan terjadi peningkatan dari tahun ketahun secara signifikan. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan pada tahun 2017 sebesar 93,3 %, pada tahun 2018 meningkat 6,7% sehingga menjadi 100% dan pada tahun 2019 bertahan 100%, kemudian pada persalinan yang dilakukan difasilitas kesehatan pada tahun 2017 sebesar 42,3%, pada tahun 2018 meningkat pesat sebesar 100% dan pada tahun 2019 tetap bertahan 100%, tetap mempertahankan zero kematian ibu dan bayi.