Ringkasan Proposal

 

Pendekar Togammara (Pemberdayaan Kader Kelompok Tanaman Obat Keluarga Masyarakat Malewang Sejahtera)

 

Tanaman obat terbukti secara empiris efektif mengatasi gangguan kesehatan pada tingkat keluarga. Sayangnya kurang dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara terhadap 20 tokoh masyarakat yang menjadi responden di Kelurahan Malewang tahun 2018, semuanya tidak tahu apa itu toga dan akupresur. Padahal banyak tanaman obat tersedia dan tumbuh secara liar di pekarangan rumahnya. Kurangnya pemanfaatan toga disebabkan oleh lima faktor yang kami sebut 5 Kurang, yaitu Kurang sosialisasi, kurang perhatian, kurang teman, kurang keterampilan, dan kurang yakin.

Pelayanan tanaman obat keluarga dan pijit akupresur dilaksanakan dari, oleh dan untuk masyarakat. Sehingga cocok menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu sejak 2 April 2018 Ibrahim Syamsuddin, SKM, M.Adm.Kes pelaksana Kesehatan Tradisional meluncurkan inovasi pemberdayaan Kader Kelompok tanaman obat keluarga malewang sejahtera disingkat Pendekar Togammara. Konsep pemberdayaan yang kami lakukan adalah Masyarakat 3 M (Mengetahui, Mampu dan Mau), yakni bagaimana masyarakat mengetahui manfaat tanaman obat dan pijit akupresur, masyarakat mampu mengolah tanaman obat dan mempraktekkan pijit akupresur, dan masyarakat mau memanfaatkan tanaman obat dan pijit akupresur untuk mengatasi gangguan kesehatannya sekaligus berwirausaha

Kader adalah warga yang dilatih menjadi agen perubahan (agent of change) yang terorganisir dengan keahlian yang tebagi kedalam unit sosialisasi dan advokasi, unit taman toga, unit ramuan herbal dan wirausaha, unit pijit akupresur, dan unit media online. Mereka pada umumnya adalah mantan penderita yang telah merasakan manfaat toga dan berkomitmen untuk mengajak lebih banyak orang menggunakan toga.

Dengan metode yang inovatif maka kurang dari satu tahun berbagai capaian telah diraih, yaitu setiap lingkungan memiliki kelompok asman toga lengkap dengan tamannya, 85% masyarakat kelurahan Malewang memanfaatkan toga, dan setiap keluarga memiliki toga dipekarangan rumahnya. Berbagai capaian ini telah mengantarkan kelompok Asman Toga ‘GAMMARA’ Kelurahan Malewang meraih juara I Lomba Pemanfaatan Toga Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan. Selain itu kunjungan sakit di poskesdes Malewang berhasil ditekan hingga 25%.