SISWA BEBAS ASAP ROKOK (SI BASO)

Ringkasan Proposal

 

Berdasarkan Pendataan yang dilakukan Oleh Dinas Kesehatan Tahun 2017, dari data 63.301 orang/siswa , terdapat sejumlah 6332 anak laki-laki dan 50 anak Perempuan berusia dibawah 18 Tahun yang merokok, atau mencapai 10,5% sedangkan angka Nasional berdasarkan RISKESDAS 2018 yaitu 9,2%. Hal ini tentu saja tidak mencapai tujuan RPJMN yang menyebutkan angka 5,4% untuk perokokdibawah 18 Tahun.

 

Solusi yang ditawarkan adalah inovasi SI BASO (Siswa Bebas Asap Rokok). Setelah dilakukan selama setahun beberapa manfaat yang didapat adalah peningkatan pengetahuan siswa yang mendapat intervensi tentang dampak rokok, dan sebagaian besar siswa perokok juga menunjukkan penurunan angka CO yang mengindikasikan adanya perubahan sikap terhadap merokok, apakah mereka berhenti atau mengurangi jumlah batang yang dikonsumsi. hal ini juga sesuai dengan tujuan dari Perda KTR (kawasan tanpa rokok) No.4 tahun 2013 yaitu melindungi remaja dari dampak buruk rokok.

 

Total remaja yang mengikuti kegiatan Inovasi Siswa Bebas Asap Rokok (SI BASO) ini pada tahun 2018 mencapai 750 anak yang mengikuti sosialisasi, pemeriksaan kadar Co dan konseling. setelah dilakukan inovasi ini didapatkan hasil 519 anak mengalami penurunan kadar Co. Pada tahun 2019 mencapai 1478 anak yangmengikuti sosialisasi, dan didapatkan hasil 1134 anak mengalami penurunan kadar Co. hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perubahan sikap remaja terhadap rokok. salah satu hal yang penting yaitu peningkatan pengetahuan khususnya tentang bahaya sebagai perokok pasif. karena hal ini masih banyak belum diketahui oleh masyarakat khusunya remaja berusia dibawah 18 tahun