Kantong Kreatif Bacukiki

 

Ringkasan Proposal

 

Perkembangan industri kreatif tidak terlepas dari sektor ekonomi kreatif termasuk didalamnya industri mikro, kecil menengah yang tumbuh sebagai sektor perekonomian utama yang menyangga, sehingga perlu penanganan serius terhadap sektor informal ini. Berdasarkan data pelaku IKM Tahun 2017, Kecamatan Bacukiki mempunyai jumlah pelaku usaha terkecil dari tiga Kecamatan lainnya yaitu hanya sebesar 242 usaha atau 17,54 % dari total 1.380 usaha yang terdata. Jumlah ini seharusnya dapat terus bertambah, jika Pemerintah Kecamatan sebagai ujung tombak pemerintah daerah dapat mengeksplorasi potensi wilayahnya salah satunya dengan mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

 

Masalah lainnya, tidak tersedianya wadah/ruang untuk menampung/menunjukkan ide/produk kreatif yang dihasilkan yang setiap saat dapat diakses, serta kurangnya pendampingan bagi dunia usaha dan pengurusan legalitas usaha masih terasa berbelit-belit, dan tidak adanya pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan skillnya agar bisa diserap di dunia kerja. Sedangkan di era revolusi industri 4.0, Pemerintah Daerah dalam memberdayakan pelaku IKM tidak hanya dengan memberikan bantuan permodalan saja, tetapi diperlukan adanya peningkatan konektivitas, interaksi yang semakin terpusat pada teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam meningkatkan pemasaran dan model promosi.

 

Inovasi Kantong Kreatif Bacukiki bertujuan sebagai ruang bersama antara Pemerintah dengan pelaku ekraf dalam menghadirkan sumber – sumber ekonomi baru agar masyarakat lebih mandiri dan menjadikan kreatifitas sebagai sumber ekonominya.

 

Keseluruhan proses pelaksanaan inovasi memiliki keunikan tersendiri, ada 5 fitur yang disediakan yaitu : data base pelaku usaha yang terlatih, pemasaran produk, pembuatan legalitas usaha, pemetaan potensi kreatif melalui GIS dan peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan, yang diharapkan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

 

Dengan adanya inovasi ini jumlah pelaku usaha meningkat sebesar 22.73%, dan ada 24 usaha telah didaftarkan pada rumah kreatif PT.Telkom untuk dibina, sebanyak 325 orang masyarakat telah dilatih dan 155 orang diantaranya telah terserap di dunia kerja. Adapun kenaikan pendapatan rata-rata perbulan pelaku usaha meningkat 200% menjadi Rp.1.500.000.