POS PINTAR (Pusat Interaksi Terpadu)

Berawal dari masyarakat Desa Massamaturu yang bermata pencaharian seperti petani, wiraswasta, Tukang ojek, dan sebagian Pegawai yang beraktivitas dari pagi sampai sore yang memerlukan pelayanan diluar jam kantor, Sehingga keperluan masyarakat sebagian tidak terpenuhi pada jam kantor, untuk itu Pemerintah Desa Massamaturu membangun tempat interaksi masyarakat, agar keperluan yang tidak terpenuhi seperti mengurus surat-surat keterangan,menyelesaikan perselisihan, dan penyampaian ide bisa terlaksana.

Berdasarkan masalah yang ada, Pemerintah Desa Massamaturu membangun Pos Pintar (Pusat Interaksi Terpadu) pada tanggal 10 Januari 2017 sebagai wadah untuk memaksimalkan pelayanan kepada Masyarakat diluar jam kantor dan hari libur. Pos Pintar hadir, bukan hanya sebagai pos keamanan ronda pada malam hari, dan pusat interaksi masyarakat dari berbagai golongan dan usia untuk sharing ide yang positif, diskusi secara non formal terkait masalah yang dihadapi dan pembangunan, tetapi juga sebagai pusat literasi masyarakat khususnya anak muda dan pusat interaksi desa bahkan menjadi sentra pengawasan pemilu oleh bawaslu.

Pos Pintar juga telah berperan banyak dalam menstimulan kepedulian masyarakat agar kembali aktif berswadaya dalam menata lingkungannya, terbukti dengan tertatanya pos Pintar dan lingkungan sekitarnya dengan mengandalkan swadaya masyarakat. Beberapa ide inovasi yang dilahirkan di Pos Pintar diantaranya,Kawasan Ekonomi Terpadu Pedesaan,pembentukan Group Jejaring Sosial untuk mempermudah masyarakat berkomunikasi kepada Pemerintah Desa, Penataan Lahan Tidur Taruttuka, Daur Ulang Limbah sebagai aksesoris penghias lingkungan, dan Gerakan Sapu Bangun (Sampah untuk Pembangunan).

Pembelajaran yang dipetik dengan adanya Inovasi Pos Pintar, selain bermanfaat langsung kepada masyarakat,juga menjadikan Desa Massamaturu meraih beberapa prestasi baik ditingkat Kabupaten (Juara I Lomba Administrasi PKK dan Pos Kamling terbaik se Kab. Takalar dalam HUT Bhayangkara thn 2019).Serta prestasi tingkat Nasional sebagai salah satu lokus dalam penilaian Kabupaten Sehat sehingga meraih predikat Kabupaten Sehat untuk tingkat Wistara dari Kemendagri yang pertama kali bagi Kabupaten Takalar serta prestasi lain seperti masuknya Menu 100 Bursa Inovasi Desa secara Nasional.