TOPI SANTIK “ Kantong Pemantauan Imu nisasi Bersama Sertifikat”

         TOPI SANTIK adalah inovasi Puskesmas Baring yang berhasil dengan kekuatan kebersamaan dari berbagai pihak terutama lintas sektor yang ada di wilayah kerja puskesmas. Masseddiki berimunisasai, bahasa Bugis yang bermakna bersatu dalam upaya pelaksaanaan imunisasi. Kata tersebut sangat tepat atas suksesnya inovasi ini melalui kekuatan kebersamaan lintas sektor yang ada di wilayah kerja puskesmas Baring dengan memberikan ide, pemikiran, kebijakan, dana, maupun tenaga. Inovasi ini dilakukan untuk mengeliminasi Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi seperti Campak yang beberapa waktu lalu dikonfirmasi menjadi kejadian luar biasa.

Rendahnya cakupan imunisasi membuat inovator berusaha meningkatkan cakupan dan pelayanan lebih baik. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan lintas sektor terkait untuk membantu menggerakkan masyarakat agar berpartisipasi menyukseskan kegiatan inovasi. Berawal dari keresahan terhadap cakupan yang kurang, inovator membuat kartu pemantauan imunisasi bayi dan balita yang dikemas dalam bentuk kantong pemantauan. Kantong yang berisi kartu pemantauan imunisasi ini mempermudah petugas untuk mendata sasaran yang tidak terpenuhi imunisasinya. Tak hanya itu, masyarakat diberikan pemahaman bahwa pelaksanaan imunisasi adalah wajib dan sangat penting diberikan pada anak. Inovator bekerja sama dengan lintas sektor untuk membangun hubungan dengan masyarakat untuk menyelesaiakan masalah pemenuhan imunisasi dasar dan lanjutan melalui kader, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat. Hal ini juga membantu mengeliminasi stigma dan isu yang tidak tepat terkait dengan imunisasi.

Selama dua tahun terjadi banyak dampak positif terkait imunisasi. Mulai dari peningkatan cakupan pemberian imunisasi dasar dan lanjutan dari 51% menjadi 93%.  Keterlibatan semua pihak untuk saling mengingatkan jadwal pemberian imunisasi agar semua anak bisa lengkap imunisasinya. Anak yang telah lengkap imunisasinya mendapat sertifikat menunjukan bahwa anak tersebut mempunyai bukti legalitas pemberian imunisasi. Anak yang lengkap imunisasinya memiliki kekebalan terhadap penularan penyakit PD3I juga tidak berpotensi menularkan penyakit tersebut dilingkungannya. Selain itu dilaksanakan pula wisuda Imunisasi pada Anak dengan membagikan Pin yang kedepannya akan digunakan sebagai simbol Duta Imunisasi.