Cake Kebun: Olahan Kelor Bikin Kelar

Ringkasan Proposal

Berawal dari pengalaman drg. Irfan Aryanto tahun 2018 mengetahui kasus gizi kurang sebanyak 156 balita di Kabupaten Sinjai. Maka lahirlah Inovasi Cake Kebun dari bahan dasar kelor dan labu kuning sebagai pemberian makanan tambahan untuk balita. Selain itu, untuk menunjang bahan pembuatan cake kebun, ditambah pengetahuan potensi tanaman lokal yang rendah dan budidaya pangan yang terbatas memunculkan ide untuk memberdayakan tanaman lokal yaitu tanaman kelor yang bisa diolah. Cake kebun merupakan kue dari bahan dasar daun kelor dan labu kuning demi peningkatan derajat kesehatan melalui optimalisasi pemberdayaan tanaman lokal. Tanaman kelor memiliki banyak manfaat karena memiliki kadar kalsium 7x lebih banyak dari susu. Dalam 1 cangkir daun kelor (21 gram) mengandung protein 2 gram, vitamin B6 19% dari AKG (angka kecukupan gizi), vitamin C 12% dari AKG, zat besi 11% dari AKG, riboflavin (B2), vitamin A dan magnesium. Sedangkan labu kuning kaya akan nutrisi seperti kalium, antioksidan dan vitamin. Nutrisi dalam 1 cangkir labu kuning rebus tanpa garam antara lain 49 kalori; 1,76 gram protein; 0,17 gram lemak; 12 gram karbohidrat; 2,7 gram serat dan 5,1 gram gula. Labu kuning digunakan untuk memaksimalkan penyerapan makanan. Maka terwujudlah kegiatan seperti sosialisasi pembuatan cake kebun kepada ibu PKK, budidaya tanaman kelor di pekarangan rumah warga, pemberian makanan tambahan di posyandu kepada balita dan penanaman tanaman kelor di pos gizi dasawisma sehingga dulu daun kelor belum ada di pos gizi dasawisma dan sekarang telah tumbuh daun kelor di pos gizi dasawisma. Dahulu ibu PKK belum mengetahui olahan kelor dan sekarang ibu PKK mengetahui olahan daun kelor untuk diberikan kepada balita.