TERMINAL DARAH PUSKESMAS

Ringkasan

Penyebab utama kematian Ibu adalah pendarahan. Berdasarkan data rutin KIA 2015, kematian ibu akibat pendarahan sebanyak 29,8%. Oleh karena itu diperlukan  langkah kongkrit untuk mencegah terjadinya kematian ibu karena pendarahan. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019, menekankan dilaksanakannya reformasi dibidang kesehatan dengan fokus utama meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan darah adalah salah satu dari pelayanan kesehatan dasar.

Tahun 2016, tidak ada data tercatat, pendonor darah yang diperuntukan pada Ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu nifas yang datang sendiri dengan sukarela di Unit Transfusi Darah (UTDRS) Prof. Dr. Anwar Makkatutu Bantaeng. Untuk itu dibutuhkan suatu kolaborasi antara 3 pilar yang saling mendukung yaitu pihak pemerintah, dunia usaha (swasta) dan kelompok masyarakat.

Atas dasar tersebut diatas Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng melakukan inovasi  pelayanan darah dengan nama Terminal Darah Puskesmas. Program ini merupakan suatu pemberdayaan masyarakat yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna untuk membentuk suatu wadah atau forum untuk mengatasi keterbatasan persediaan darah di UTDRS.

Terminal Darah Puskesmas berati persinggahan Darah sementara, sedangkan darah berupa darah manusia yang terdiri dari komponen sel dan komponen lainnya berupa plasma yang darahnya diambil dari Pendonor Darah Tetap Sukarela di Puskesmas oleh Tim dari UTDRS yang dilakukan secara terjadwal di 13 puskesmas dan sudah berlangsung secara kontinyu sejak  dari bulan Maret 2017 – sampai sekarang (1 Oktober 2019).

Dengan adanya inovasi Terminal Darah Puskesmas ini dan terbentuknya forum pendonor darah tetap secara sukarela disetiap puskesmas, kebutuhan darah untuk ibu hamil, melahirkan dan nifas dapat terpenuhi.  Persedian darah ibu hamil, melahirkan dan nifas yang tidak terpakai dimanfaatkan oleh pasien lain yang membutuhkan. Kebutuhan darah di Kabupaten Bantaeng sudah terpenuhi bahkan sudah dapat mensuplai kebutuhan darah kabupaten tetangga yang membutuhkan.