Data tahun 2011 menunjukkan bahwa prosesntase angka kematian bayi meninggal di RSU Lasinrang Kabupaten Pinrang yang disebabkan oleh berat badan lahir rendah (BBLR) sebesar 36,6% dan disebabkan oleh aspixia sebesar 3,3%. Tingginya angka kematian bayi baru lahir ini mendorong manajemen RSUD Lasinrang untuk membentuk unit pelayanan perinatologi sebagai upaya menurunkan angka kematian neonatus.

Unit pelayanan perinatologi menyiapkan ruangan khusus untuk perawatan bayi baru lahir sampai umur 28 hari, sumber daya manusia (dokter ahli anak, perawat, bidan) yang berkompeten serta sarana dan prasarana yang memadai.

Kebijakan tersebut terbukti mampu menurunkan angka kematian bayi baru lahir dengan prosentase penurunan yang cukup signifikan dari 11% (60 orang dari 537 pasien yang dirawat) di tahun 2012 menjadi 5% (46 orang dari 935 pasien yang dirawat) di tahun 2013. Prosentase kematian berdasarkan penyebabnya juga dapat diturunkan. Kematian yang disebabkan oleh berat badan lahir rendah yang di tahun 2012 sebesar 25,3% dapat diturunkan menjadi 14% di tahun 2013 sedangkan untuk prosentase kematian yang disebabkan oleh akfiksia juga mengalami penurunan yaitu 1,8% di tahun 2012 menjadi 1,2 tahun 2013. 

Sumber : Buku TOP 99 2014