Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Kasus rawat inap kanker payudara sebesar 12.014 kasus (28,7%) sedangkan kanker leher rahim sebesar 5.349 kasus (12,8%).

 

Kasus kanker payudara di Sulawesi Selatan pada tahun 2016 tercatat 170 kasus dan kasus kanker leher rahim sebanyak 460 kasus.

 

Cakupan deteksi dini IVA Sadanis Kabupaten Sinjai tahun 2016 adalah 613 orang dari target 3.379 orang. Tahun 2017, 1.507 orang dari target 10.122 orang. Target IVA Sadanis khususnya untuk Puskesmas Aska pada Tahun 2016 sebanyak 342 orang dengan pencapaian 53 orang (13%) dengan target 50%.

 

Berawal dari pengalaman bidan koordinator Puskesmas Aska sebagai tim Pemeriksaan IVA Sadanis. Pada bulan Agustus 2016 ditemukan Wanita Usia Subur (WUS) usia 20 tahun positif IVA, WUS usia 30-40 tahun tumor payudara sebanyak 3 orang dan kasus kematian 3 WUS dengan Kanker Payudara pada tahun 2015. Kondisi tersebut membuka mata Bidan Koordinator Puskesmas Aska untuk melakukan langkah pro aktif sebagai screening Kanker Leher rahim dan Kanker Payudara. Yang dibantu oleh Tim “MLM IVA Sadanis” yang terdiri dari dari bidan desa, dokter, dan petugas PTM.

 

Metode “MLM IVA Sadanis” ini menggunakan sistem multilevel marketing dimana satu wanita yang sudah diperiksa IVA Sadanis mengajak dua wanita lainnya untuk melakukan pemeriksaan IVA Sadanis, hal ini berlaku secara jejaring. Sistem ini hanya dipakai pada multilevel barang atau produk.

 

Selama kurun waktu 1 tahun, WUS yang telah melakukan pemeriksaan IVA Sadanis yang semula hanya 53 menjadi 319 wanita. Sebelum inovasinya cakupan pemeriksaan deteksi dini IVA hanya 15%, setelah satu tahun pelaksanaan inovasi, cakupan pemeriksaan meningkat. Pada tahun 2016 pencapaian target sebesar

 

  1. 15% dan tahun 2017 sebanyak (329) 62%, hal ini melebihi target nasional yaitu sebesar 50%. Ditemukan kasus IVA (+) : 1, dan 7 kasus tumor payudara.

 

“SATU WANITA MENYELAMATKAN WANITA LAINNYA”