RSUD Labuang Baji merupakan rumah sakit rujukan untuk penatalaksanaan pasien TB Resisten Obat. Angka putus berobat pasien yang cukup tinggi disebabkan terutama oleh efek samping obat yang berat dan jangka waktu berobat yang lama (sekitar 2 tahun). Konseling dan edukasi yang diberikasn oleh petugas kesehatan kurang memberikan hasil maksimal. Pasien menganggap bahwa efek samping tidak pernash dirasakan oleh petugas sehingga apa yang diedukasi hanya sebatas teori belaka.

 Namun dengan melibatkan mantan pasien sebagai pendamping yang juga pernah merasakan efek samping obat, maka timbul motivasi yang kuat untuk dapat sembuh meski mengalami efek samping obat berat. Pola pikir pasien diubah dari yang pesimis terhadap penyakitnya menjadi optimis dengan berpatokan bahwa orang lain bisa sembuh, mereka pun bisa sembuh.

Motivasi ini terus ditanamkan setiap saat terutama pada awal pengobatan dimana efek samping demikian berat dirasakan oleh pasien. Berdasarkan hal inilah, maka dibentuk organisasi sosial dimana anggotanya bertugas untuk mendampngi pasien sampai sembuh. Menurunnya angka putus berobat, pasien berobat sampai sembuh,diharapkan dapat memutuskan rantai penularan TB dalam masyarakat. Dengan demikian Visi Indonesia Bebas TB tahun 2035 dapat tercapai