TREN penyakit tidak menular (PTM) cenderung terus meningkat, Data WHO menyebutkan bahwa persentase kematian akibat PTM memiliki proporsi sebesar 63% dibandingkan dengan penyakit menular. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, berdasarkan data WHO Global Observatory 2011 juga menunjukkan bahwa proporsi kematian kasus karena PTM sebesar 55%, lebih besar dibanding penyakit menular.

Di Indonesia, tren kematian akibat PTM meningkat dari 37% di tahun 1990 menjadi 57% di tahun 2015. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menunjukkan Penyakit Tidak Menular yakni Hipertensi menempati urutan ke - 2 selama 3 (tiga) tahun berturut-turut mulai tahun 2014 s.d. 2016 dan meningkat pada Tahun 2017 menjadi urutan pertama. Tingginya permasalahan PTM di Kabupaten Sinjai memerlukan upaya pengendalian melalui promosi, deteksi dini baik di puskesmas maupun di tempat lain termasuk di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Layanan kesehatan bagi Aparatur Pemerintah seharusnya dilakukan di Fasilitas Kesehatan baik keadaan sehat maupun sakit.  Namun, kenyataannya aparatur pemerintah hanya ke fasilitas kesehatan jika kesehatannya terganggu. Deteksi dini susah dilakukan, karena layanan kesehatan di fasilitas kesehatan memakan waktu yang bersamaan dengan jam kerja. Sehingga aparatur pemerintah lebih memilih melakukan tugas kantor dibandingkan dengan memeriksakan kesehatannya. Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai melakukan pendekatan yang lebih efektif dengan kegiatan inovasi “PAMER SEHAT”. Kegiatan ini bertujuan mendeteksi dan mengendalikan secara dini FR PTM melalui pendekatan layanan kesehatan di masing-masing instansi. 

Hasil Pamer sehat sebagai berikut : 

  1. Jumlah OPD yang melakukan layanan Pamer Sehat tahun 2016 sebanyak 2 OPD, dengan jumlah peserta sebanyak 132 orang dan meningkat Tahun 2017 menjadi  17 OPD dengan jumlah peserta sebanyak 856 orang.
  2. Jumlah aparatur dengan kategori sehat pada tahun 2016 sebanyak 19 orang (14,39 %)  meningkat pada Tahun 2017 sebanyak 293 orang (34,23%).
  3. Jumlah aparatur dengan kategori tidak sehat tahun 2016 sebanyak 113 (85,61 %) menurun menjadi 563 orang (65,77%)  pada tahun 2017.