POTENSI timbulan sampah anorganik di Kabupaten Luwu Timur sebesar 76 ton per hari yang berasal dari 274.000 jiwa (2016). Sampah berasal dari aktifitas rumah tangga berupa kertas dan plastik. Sampah ini jika tidak dikelola maka akan menimbulkan pencemaran di badan air dan tanah sehingga lingkungan menjadi rusak, tidak sehat dan menimbulkan bau tidak sedap pada musim hujan. Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Ussu tidak lagi mencukupi dibanding dengan produksi sampah yang dihasilkan.

Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan keterlibatan semua pihak untuk mengelola sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Keterlibatan aktif ini membantu mengurangi produksi sampah dan mengurangi sampah yang diangkut ke TPA.

Gerakan Membangun Bank Sampah menggerakkan segenap potensi masyarakat untuk mengelola sampah anorganik berupa kertas, plastik dan sampah lainnya yang bernilai ekonomis. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi volume timbulan sampah hingga 5 % di Tahun 2019.

Sebelum inovasi ini dilaksanakan, sejak tahun 2013 hanya 2 bank sampah unit yang aktif di Kabupaten Luwu Timur dengan jumlah nasabah sebanyak 130 0rang. Setelah diluncurkan pada tahun 2017, telah aktif 83 bank sampah baru yang terdiri dari 75 Bank Sampah Unit, 8 Bank Sampah Cabang dan 1 Bank Sampah Induk. Gerakan ini berhasil mengelola sampah sebanyak 0,15% atau sebanyak 110 ton sampah kertas dan plastik selama periode inovasi. Selain itu, inovasi ini berhasil menarik perhatian berbagai pihak untuk ikut terlibat. Salah satu yang terlibat adalah BPJS yang menjalin kerjasama untuk membayar tunggakan iuran peserta BPJS melalui tabungan sampah.