FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, menyampaikan capaian pelayanan publik yang telah dilaksanakan Pemprov Sulsel kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 13 Oktober 2020.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat mengapresiasi Kemenpan-RB yang menjadikan Sulsel sebagai hub Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP).

 

“Hasilnya sangat menggembirakan sejak tiga tahun terakhir ini. Inovasi pelayanan publik mulai bertumbuh dan menyebar dan tidak hanya ada satu OPD tertentu meretapi berbagai wilayah,” kata Abdul Hayat.

Ia menyebutkan, JIPP merupakan salah satu kesempatan yang dapat mendorong perubahan ke arah pembangunan berkelanjutan dalam bidang sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. Hal ini sangat sejalan dengan komitmen Pemprov Sulsel sesuai dengan visi Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif, dan Berkarakter.

“Di sinilah salah satu contoh bagaimana memberikan sebuah layanan yang cepat, layanan yang singkat dan layanan yang mudah bertemu dengan Bapak Gubernur. Ketika masyarakat yang ada di luar, yang punya sebuah kepentingan, yang kita harus layani akan segera ditindaklanjuti di tempat ini. Karena itu, saya tidak segan-segan memakai seragam Sulawesi Selatan ini untuk melayani,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Abdul Hayat juga menjelaskan mengenai pencapaian Sustainable Develompent Goals (SDGs) yang berkaitan dengan pelayanan dan terobosan inovasi dalam pelayanan publik. Inovasi yang dipilih dan diputuskan bersama dengan stakeholder dengan mencermati tujuan yang masih terhitung lambat pencapaiannya.

“Kita satu nafas, kita akan mengedepankan pelayanan publik sehingga kita mengatakan tetap melayani masyarakat, bukan sebaliknya yang dilayani oleh masyarakat. Tentunya dengan kondisi ini terutama 24 kabupaten kota yang ada di Puskesmas ini, saya cukup bergembira karena dengan layanan-layanan yang ada tentu kita berharap bahwa ibu hamil, usia sekolah akan sangat menetukan generasi muda ke depan,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, dukungan nyata Pemprov Sulsel dalam berinovasi didukung melalui Peraturan Gubernur (Pergub) No. 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah. Inovasi yang berhasil di suatu daerah dapat diadaptasi dan direplikasi di daerah lain, sehingga dapat memudahkan orang lain merasa nyaman dalam melakukan aktivitas sosialnya.

“Salah satu kesepakatan pembangunan yang baru adalah kita terus menerus mendorong perubahan yang tentu kita ingin begeser ke arah perubahan yang berkelanjutan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup adalah SDGs (Agenda for Sustainable Development),” tutupnya. (anti/fajar)