SiPENA

RINGKASAN

Permasalahan penanggulangan bencana di Kabupaten Luwu Utara semakin kompleks, kebutuhan data pada wilayah rawan bencana yang belum terstruktur dengan baik merupakan hal dasar yang sangat penting untuk dibenahi bersama. Data Penduduk, sebaran fasilitas umum dan potensi lainnya pada wilayah rawan bencana belum memberikan kepastian informasi yang detail tentang objek pantauan lokasi rawan bencana. Pemberian bantuan logistik saat terjadi bencana atau penanganan lokasi pasca bencana belum memanfaatkan base data  dengan tujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat secara cepat dan tepat saat terjadi bencana.

Sebanyak 160 dusun yang rawan terdampak bencana banjir yang terbagi dalam 54 desa pada 11 Kecamatan  di Kabupaten Luwu Utara dan 37 Desa pada 9 Kecamatan yang rawan terdampak longsor  menjadi objek data spasial SiPENA.

Kaji Cepat Bencana merupakan salah satu kegiatan dalam proses penanggulangan bencana dimana SiPENA merupakan sistem basis data kebencanaan yang terintegrasi dengan data Kaji Cepat Bencana.

SiPENA dibangun untuk memberikan informasi lokasi rawan bencana kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang terfokus pada titik-titik lokasi rawan bencana, sehingga jika terjadi bencana pada lokasi tersebut sumber daya yang berkaitan dengan kebencanaan dapat diarahkan ke lokasi dimaksud dalam waktu yang singkat dan tepat sasaran.   Strategi penanggulangan bencana di Kabupaten Luwu Utara berbasis Inovasi SIPENA adalah inovasi yang dilakukan dengan menyiapkan Basis Data Kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara. Dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir pelaksanaannya, inovasi ini memanfaatkan data Informasi Geospasial tentang Lokasi Kejadian Bencana yang terjadi serta data pendukung lainnya dengan basis GPS Kamera dan WA Group ”TRC LUTRA NEW” untuk mengirim dan menerima informasi kebencanaan.