JURUS SANG PENDEKAR

Ringkasan Proposal

Jaga Ibu Hamil bersama Bidan Desa, Suami dan Ibu Mertua dalam penanganan Anemia / Kurang Zat Besi (JURUS SANG PENDEKAR) merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko anemia ibu hamil di Desa Mojong. Hal ini mendesak karena pada tahun 2016-2017, Desa Mojong yang berpenduduk 4958  jiwa tersandera oleh anemia pada ibu hamil yang masih melampaui target 28%, dimana pada Tahun 2016 sebanyak 12 orang (38,70 %) dan mengalami peningkatan pada tahun 2017 sebanyak 14 orang (46,66%) sehingga memicu terjadinya komplikasi yang sangat mengancam nyawa ibu dan bayi.

Hal ini ditunjukkan dengan kasus perdarahan pada tahun 2016 berjumlah 8  kasus, abortus 5 Kasus , BBLR 3 kasus dan kematian bayi 1 kasus,  dan pada tahun 2017, perdarahan 6  Kasus, Abortus 3 kasus , BBLR 2 kasus dan kematian bayi 2 kasus.(Sumber:Laporan Bulanan Poskesdes Mojong 2016-2017).

Penyebab utamanya adalah karena  kurangnya pengetahuan ibu hamil ditambah tingkat pendidikan rendah, sosial ekonomi lemah, tingginya angka pernikahan dini dan masih kuatnya kepercayaan terhadap mitos yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan, hingga  kesibukan ibu hamil dalam  membantu suami mencari nafkah dengan berjualan ikan dan buruh batu bata.

Keluaran konkrit selama tahun 2017 meliputi terbentuknya 5 Jurus Sang Pendekar yaitu :

      1.Cerdas dengan Pojok Literasi Ibu hamil

      2.Kegiatan konsumsi dan tanam sayuran dipekarangan rumah

      3.Rutin minum tabet Fe dengan alarm Hp

      4.Kontrol pemantauan bumil anemia melalui pemeriksaan Hb rutin disertai cek darah pendonor

      5.Pendampingan kader Fe

Program ini mampu menggerakkan semua elemen masyarakat mulai dari PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga Majlis Taklim Desa Mojong.

Hasilnya, inisiatif ini memberi efek instan dalam mengatasi masalah utama, tidak ada angka kematian bayi, angka kejadian anemia ibu hamil  dan komplikasi persalinan langsung Nol sejak inisiatif dilakukan hingga dua tahun  di 2019.

Yang menggembirakan, munculnya elemen sosial baru di masyarakat. Yakni komunitas masyarakat desa yang ikut bergotong royong dan bertanggung jawab terhadap keselamatan nyawa perempuan hamil.