KOYOBI

Berangkat dari tingginya tindakan bullying yang terjadi dilingkungan sekolah dengan angka yang cenderung meningkat baik yang dilakukan siswa laki-laki maupun siswa perempuan. Kasus bullying yang terjadi selama tahun 2017 berdasarkan catatan buku kasus guru BK di SMPN 2 Galesong Utara sebanyak 1307 kasus dengan rincian 708 kasus pelakunya siswa laki-laki dan 599 pelaku siswa perempuan.

Pada tanggal 8 Januari 2018, Mukhlis M,S.Pd.MM Guru bidang studi IPA SMPN2 Galesong Utara meluncurkan program Koyobi (Kotak Ayo Berbagi) Anti Yaitu organisasi siswa pertama yang bergerak untuk menekan angka bullying di sekolah. Agen anti bullying berasal dari para pelaku Pelaku dan para korban bullying.

Agen anti bullying diberikan berbagai keterampilan komunikasi dan keterampilan berbicara yang baik supaya bisa menjadi konselor sebaya menangani kasus bullying. Selain keterampilan komunikasi para agen juga dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan.Melalui Kotak ayo berbagi (Koyobi) untuk korban bullying dengan tujuan menanamkan rasa empati dan memperat kembali hubungan antara pelaku dan korban bullying.

Setelah Program Inovasi berlangsung selama 1 tahun, berdasarkan catatan guru BK terjadi penurunan angka Bullying secara signifikat sebesar 86,07%. Jumlah kasus bullying tercatat dari januai 2018 sampai januari 2019 sebnyak 182 dengan rincian 99 kasus pelakunya siswa laki-laki (turun 86,01%) dan 82 pelaku siswa

perempuan (turun 86,31%).