KURMA LASTRI

Cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage- UHC) oleh WHO digambarkan sebagai suatu kondisi di mana semua orang memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu tanpa hambatan finansial. UHC sangat berkaitan dengan SDGs, yang menargetkan bahwa tahun 2030 tidak satu pun orang yang tidak menikmati hasil pembangunan berkelanjutan termasuk kesehatan. Tanpa mempertimbangkan kebutuhan kesehatan lansia maka UHC mustahil dicapai.

Cakupan pelayanan kesehatan lansia di wilayah kerja Puskesmas pada tahun 2016 hanya 6,22 % (53 orang) dari total 852 lansia. Rendahnya cakupan ini dipengaruhi oleh jauhnya jarak ke Puskesmas dengan kondisi jalan yang tidak semuanya datar dan diaspal, biaya berobat dan transportasi, kurangnya pemahaman tentang kesehatan serta tidak ada keluarga mengantar berobat.

Untuk mengatasi hal tersebut maka Puskesmas Ko’mara menerapkan inovasi Kurma Lastri (Kunjungan Rumah Lansia Resiko Tinggi). Inovasi ini memungkinkan lansia resiko tinggi yang tinggal di daerah terpencil, dengan keterbatasan ekonomi dan mobilitas untuk mengakses layanan kesehatan berkualitas di rumah mereka. Intervensinya komprehensif berdasarkan resiko kesehatan dengan tetap menjaga martabat lansia sebagai pengguna layanan.

Setelah inovasi, cakupan pelayanan kesehatan lansia di wilayah kerja Puskesmas Ko'mara meningkat dari 6,22% (2016) menjadi 8,56% (2017), 21,41% (2018) dan 57,15% (2019). Cakupan kunjungan rumah lansia

resiko tinggi meningkat dari 0% pada 2016, menjadi 4,46 % (2017), 9,27% (2018) dan 18% (2019). Lansia resiko tinggi penderita hipertensi memperoleh akses pengobatan secara teratur setelah inovasi sebanyak 37 orang (2017), 75 orang (2018) dan 137 orang (2019). Demikian halnya dengan lansia resiko tinggi penyandang diabetes yang telah mendapatkan pengobatan secara teratur setelah inovasi sebanyak 1 orang (2017), 4 orang (2018) dan 13 orang ( 2019). Pengobatan yang teratur efektif meminimalkan risiko komplikasi/ kecacatan pada lansia.