TATAPAN (TORAJA TANPA PASUNG)

 

Pemasungan merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang berat karena dilakukan pada orang yang mengalami disabilitas yaitu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Di kabupaten Tana Toraja jumlah kasus pasung tahun 2018 sebanyak 40 orang. Akibat tingginya kasus pasung tersebut, maka kami membuat inovasi untuk mengupayakan agar “Toraja Tanpa Pasung” sehingga ODGJ juga dapat merasakan kebebasan dan mendapatkan perlakuan selayaknya manusia lainnya.

Inovasi “Tatapan” merupakan tindak lanjut dari program pemerintah pusat sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 54 tahun 2017 tentang Penanggulangan Pemasungan Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa.

Inovasi “Tatapan” melibatkan berbagai jenis sumber daya, antara lain :

 

  • Sumber daya manusia seperti dokter spesialis jiwa (psikiater), psikolog, dokter umum, perawat dan bidan yang bertugas di tingkat desa.
  • Sumber pembiayaan berasal dari : Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS), pemerintah daerah melalui Bidang Kesejahteraan Rakyat dan dukungan dari pihak swasta dalam upaya sosialisasi inovasi ini.
  • Informasi dan Teknologi : aplikasi whatsapp melalui grup Keswa Tana Toraja untuk komunikasi pasien pasung dan ODGJ di tiap Puskesmas serta grup Rumah Singgah untuk koordinasi pelayanan kesehatan jiwa di Rumah Singgah Sangalla.

Inovasi “Tatapan” ini melibatkan lintas sektor seperti RSUD Lakipadada, Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kecamatan, Satpol PP, pihak

kepolisian dan pihak swasta. Inovasi ini juga telah direplikasi oleh kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Toraja Utara pada tahun 2019, pasien pasung yang ada di wilayah kerja kabupaten Toraja Utara juga dibawa ke RSUD Lakipadada untuk mendapatkan pengobatan medis.

Hingga bulan Maret 2020, inovasi “Tatapan” mampu membebaskan, mengobati dan memberdayakan 15 orang pasung dari kabupaten Tana Toraja dan 9 orang dari Kabupaten Toraja Utara, hal ini timbul karena sistem pelaporan yang aktif melalui grup WA Keswa Tator dan Rumah Singgah, kerjasama lintas sektor yang adekuat melalui kegiatan home visite bersama ke lokasi pasien pasung dan bantuan pihak swasta melalui workshop dan round table discussion yang diikuti oleh dokter umum dan pemegang program jiwa dalam rangka sosialisasi inovasi “Tatapan” dan deteksi dini gangguan jiwa.