Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar memiliki fungsi sebagai lembaga pemerintah yang menyediakan akses dan layanan membaca, penyediaan bahan bacaan, pengarsipan dokumen dan pembinaan perpustakaan sekolah, desa/kelurahan dan komunitas/penggiat literasi. Membaca masih dianggap hal biasa-biasa saja dikalangan masyarakat. Belum dijadikan kebutuhan dan aktivitas wajib sehari-hari, sehingga wajar jika minat dan budaya baca masyarakat rendah. Selain itu, akses layanan membaca sangat terbatas. Jarak antar desa, kecamatan dan ibu kota kabupaten menjadi kendala kunjungan ke perpustakaan. Lemahnya koordinasi lintas sektor dan pelibatan semua pihak menjadi faktor penyebab, hal ini ditunjukkan dengan belum adanya wadah kolaborasi yang menghimpun pemerintah, penggiat literasi dan masyarakat.
          Inovasi PALADANGKU dilaksanakan dengan model partisipatif (kolaborasi) lintas sektor (multi pihak) melalui langkah-langkah implementasi meliputi; Perencanaan. Langkah ini meliputi; perencanaan inovasi, pendataan, sosialisasi, dan rekruitmen pengelola taman baca/rumah baca.
Pelaksanaan. Kegiatan ini meliputi; rapat koordinasi lintas sektor (termasuk pelibatan pihak desa/kelurahan), penyusunan tahapan kegiatan, pengimbasan ke lokasi terdekat, perintisan taman baca/rumah baca dan kampung literasi, pembinaan dan pelatihan ke pengelola, donasi dan bantuan buku serta penyerahan surat keputusan kelembagaan dan izin operasional teman baca/rumah baca. Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan dilakukan dengan mengunjungi lokasi taman baca/rumah baca. Memeriksa administrasi pengelolaan taman baca/rumah baca dan memberikan penilaian berupa apresiasi dan reward. Untuk evaluasi dilakukan secara internal dengan memberikan angket isian ke semua pengelola taman baca/rumah dan beberapa perwakilan pengunjung.
          Sebelum inovasi, akses layanan membaca masih sentralistik (perpustakaan daerah di ibu kota kabupaten), penggiat literasi belum terwadahi secara optimal, budaya membaca masyarakat masih rendah, bahan bacaan masih kurang dan belum ada kolaborasi lintas sektor. Sesudah inovasi, telah terbentuk 43 taman baca/rumah baca sebagai upaya mendekatkan layanan membaca berbasis desa/kelurahan. Telah terbentuk 3 kampung-kampung literasi di 3 kecamatan. Telah terbit 35 buku dari 100 buku penulis lokal Takalar, adanya donasi buku dari berbagai pihak dan bantuan sarana prasarana membaca berbasis inklusi sosial dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
          Inovasi ini menjadi upaya konkrit dalam memberikan dan mendekatkan layanan membaca berbasis inklusi sosial ke pelesok-pelosok desa. Menghadirkan taman-taman baca dan rumah baca, donasi dan bantuan buku. Peningkatan minat dan budaya baca harus melibatkan semua pihak (lintas sektor/multi pihak). Memberdayakan potensi-potensi masyarakat di desa/kelurahan mendukung dan melaksanakan kegiatan literasi (budaya baca). Mengefektifkan layanan membaca (segala bentuk kegiatan literasi) berbasis inklusi sosial di desa/kelurahan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar.