Kecamatan Lalabata terdapat 70 kelompok tani dengan jumlah anggota 4.418 orang, disisi lain jumlah penyuluh hanya 10 orang yang harus melayani 10 desa / kelurahan. Kondisi ini yang menyebabkan kehadiran keterbatasan penyuluh dalam melakukan pendampingan dan pengawalan kepada petani dan kelompok tani dimana jumlah kunjungan penyuluhan secara langsung hanya 48 kali/setahun.
          Upaya meningkatkan mutu dan produktivitas hasil pertanian, menggunakan pestisida oleh petani, dilakukan bukan berdasarkan ambang batas ekonomi. Faktor resiko diantaranya, penggunaan tidak sesuai dengan dosis/takaran yang dianjurkan, saat penyemprotan petani tidak menggunakan alat pelindung diri yang berisiko pada gangguan kesehatan petani.
          Selama itu juga, petani tidak memiliki saluran untuk menyampaikan permasalahan usaha tani nya, misalnya benih, pupuk, hama dan penyakit tanaman, sehingga berdampak terhadap produksi mereka dan bisa terancam puso / gagal panen.
          Inovasi dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kab. Soppeng dengan nama Pandu Alan (Pelayanan Penyuluhan Terpadu Berjalan) lahir sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan di atas dengan tujuan meningkatkan efektifitas kehadiran penyuluh, meningkatkan kualitas kesehatan petani dengan pemeriksaan penyakit tidak menular melalui kerjasama dengan puskesmas setempat; menciptakan saluran komunikasi bagi petani melalui mekanisme pengaduan.
          Yang dilakukan dalam inovasi ini adalah Pelayanan Penyuluhan Langsung dimana setiap penyuluh memiliki buku risalah pengaduan sebagai alat kontrol kehadiran; Pelayanan Penyuluhan Tidak Langsung, dengan mengupload video penyuluhan melalui website BPP dan Whatsapp Group Petani ; Pemberdayaan kelompok tani ; Pelayanan Penyuluhan melalui Klinik Konsultasi Agribisnis, Pelayanan Pengaduan melalui jaringan seluler, Pelayanan Kesehatan, dimana dilakukan skrining Penyakit Tidak Menular di BPP secara berkala serta pemberian penyuluhan kesehatan kerja oleh petugas puskesmas.
          Setelah inovasi ini dilakukan jumlah kunjungan penyuluh menjadi 160 kali tahun 2020 dari 48 kali, adapun peningkatan produktivitas sebesar 76,8 kw/ha, petani yang mendapatkan layanan kesehatan 195 orang, serta terbentuknya mekanisme pengaduan dari petani ke penyuluh, dan Inovasi sudah direplikasi pada 10 desa yang sebelumnya hanya satu