Jempol Asik Peternak adalah Inovasi Pelayanan dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Jempol Asik Peternak singkatan dari Jemput Bola Asuransi Ternak Sapi untuk Jaminan Kehidupan Peternak, merupakan layanan jemput bola secara langsung bagi peternak yang ingin memanfaatkan pelayanan asuransi ternak sapi.
Asuransi ternak sapi merupakan mekanisme pemberian ganti rugi kepada peternak apabila sapinya mati akibat penyakit, kecelakaan, mati beranak, atau kecurian. Mekanisme ini membantu peternak agar usaha peternakan yang dijalankan tetap berlanjut dan mereka tidak kehilangan sumber pendapatan dan pekerjaan.
          Sebelum inovasi ini lahir, jumlah peserta asuransi ternak di Bantaeng masih minim. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya kesadaran dan sikap proaktif peternak untuk mendaftarkan sapinya, selain itu terbatasnya akses informasi, serta topografi wilayah yang menyulitkan peternak untuk berkunjung ke pusat pelayanan asuransi.
         Data cakupan Bidang Peternakan Bantaeng pada tahun 2018 menunjukkan bahwa jumlah sapi yang terasuransi masih sebanyak 575 ekor dengan keterlibatan 12 kelompok ternak di 8 desa/kelurahan dengan jumlah peternak pelaku usaha sapi potong sebanyak 5.471 orang.
        Dengan mekanisme jemput bola langsung ke dalam “kandang” membuat pelayanan asuransi sapi menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien. Peternak menjadi antusias dan paham mengenai arti penting terdaftar sebagai peserta asuransi ternak dan manfaatnya terhadap stabilitas dan keberlangsungan usaha yang dijalankannya. Jempol Asik Peternak efektif untuk mendorong dan memperluas akses terhadap asuransi bagi peternak.
         Data cakupan Bidang Peternakan Bantaeng menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dari tahun ke tahun dengan adanya penerapan inovasi ini. Jumlah sapi yang terdaftar asuransi pada tahun 2019 sebanyak 3.845 ekor (meningkat hingga enam kali lipat dari tahun sebelumnya) bahkan mencapai 6.149 ekor di tahun 2020.
        Partisipasi keterlibatan peternak, kelompok ternak, desa/kelurahan yang semakin meningkat. Bertambahnya jumlah peternak yang terbantu dengan mekanisme klaim ganti rugi kematian ternak yang berimplikasi terhadap peningkatan jumlah pelaku usaha sapi potong, populasi betina, dan akseptor IB dari tahun ke tahun di Kabupaten Bantaeng.