Sebelumnya kegiatan pembinaan perpustakaan di sekolah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data hanya memberikan sosialisasi atau kegiatan bimbingan teknis perpustakaan dan ternyata hasilnya belum berjalan maksimal dan pengelolaan perpustakaan tidak sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) padahal keberadaan Perpustakaan Sekolah sangatlah strategis sebagai peletak dasar menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini dan menyiapkan sekaligus meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
         Menjawab permasalahan tersebut dan setelah terbentuknya Dinas Perpustakaan Kota Makassar tahun 2017 maka dilakukan pendataan dan pembinaan perpustakaan sekolah dengan konsep berbeda melalui inovasi Sentuh Pustaka atau akronim Semua Membantu Menghidupkan Perpustakaan. Sentuh Pustaka yang resmi diperkenalkan pada 2 Maret 2018 adalah bentuk kolaborasi dari beberapa unsur yakni unsur internal dari Tim Pembina Perpustakaan Sekolah dan unsur eksternal dari kelompok kerja pustakawan dan pegiat literasi, mitra/ penerbit dan pihak sekolah. Dari 826 Sekolah SD dan SMP, sebanyak 400 perpustakaan sekolah telah terbina (2017-2020) atau 48,43% dan yang telah menerima program Sentuh Pustaka sebanyak 30 Sekolah atau 7,5 % dari sekolah yang telah terbina dan 9 Perpustakaan Sekolah telah terakreditasi A dan B dari Perpustakaan Nasional RI dan tahun ini mengajukan 15 Perpustakaan Sekolah untuk diakreditasi. Sebelum terbentuk Dinas Perpustakaan baru ada 2 Perpustakaan Sekolah terakreditasi. Berarti dengan Sentuh Pustaka ada kenaikan 350 % sekolah yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
         Dampak dari Sentuh Pustaka secara tidak langsung meningkatkan indeks Budaya Baca di Kota Makassar dari 39,49% (2016) menjadi 44,81% (2020) dan jumlah kunjungan ke Perpustakaan baik secara daring maupun luring naik 200%. Program inovasi Sentuh Pustaka selain berdampak pada kualitas perpustakaan dan kualitas pendidikan juga ikut memberdayakan unsur ekternal yakni pustakawan dan pegiat literasi serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi alumni perpustakaan. Beberapa daerah telah berkunjung dan mulai mereplikasi inovasi ini serta menjadikan inovasi Sentuh Pustaka sebagai lokus/ visitor/ studi tiru/ studi banding.