Pengembangan Sinergitas Layanan bagi Anak Berhadapan Hukum (PENSIL BAGI AYAH) adalah Inovasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Sulawesi Selatan. Sinergitas Layanan bagi Anak yang Berhadapan Hukum, merupakan suatu gerakan yang diperuntukkan kepada Anak Berhadapan Hukum di Lembaga Pemasyarakatan atau Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Hal ini dilakukan dengan melihat cukup banyaknya Anak Berhadapan Hukum di Provinsi Sulawesi Selatan di mana pada tahun 2018 sebanyak 1.290, naik tahun 2019 sebanyak 1.313 (Data Evaluasi KLA 2018 dan 2019). Untuk Kabupaten Maros sendiri jumlah kasus Anak Berhadapan Hukum (ABH) pada tahun 2018 sebanyak 37 kasus (laki-laki =36 kasus dan permepuan 1 kasus), turun tahun 2019 sebanyak 65 kasus (64 kasus laki-laki dan 1 kasus permepuan) dan naik tahun 2020 sebanyak 114 kasus (laki-laki : 109 dan perempuan : 5 orang).
Naiknya Kasus ABH di LPKA Maros sebabkan karena LPKA Kelas IIA Maros di Tetapkan oleh Kementrian Hukum HAM dr LAPAS menjadi LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) tahun 2020, sehingga otomatis sebagian Anak yang Berhadapan Hukum di Rujuk ke LPKA Kabupaten Maros. Masalah terbesar yang dihadapi Anak Berhadapan Hukum (ABH) adalah ketika keluar sebagian besar masyarakat tidak menerima di lingkungannya, sehingga tidak jarang anak yang telah dibebaskan kembali lagi ke perbuatannya semula, karena tidak diterima oleh keluarga dan masyarakat sekitarnya. Disamping hal tersebut diatas mereka sudah tidak melanjutkan pendidik, bahkan tidak jarang dari mereka tidak mempunyai akte kelahiran, Hal ini menjadi tantangan bagi DP3A Dadlduk KB untuk melakukan sesuatu yang dapat membawa Anak Berhadapan Hukum (ABH) bisa diterima oleh keluarga danmasyakarat dan dapat bersaing dengan anak sebayanya, Sehingga Dinas P3A Dadluk KB yang salah satu tupoksinya adalah Melaksanakan program perlindungan khusus anak dimana ada 15 anak yang memerlukan perlindungan khusus ( UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak, Pasal 59 ).
Di samping hal tersebut diatas , Pengembangan Sinergitas Layanan Bagi Anak Berhadapan Hukum ( PENSIL BAGI AYAH) ini dikembangkan mengingat semua anak adalah anak kita, generasi Penerus bangsa yang mempunyai hak yang sama dengan anak pada umumnya, dengan mengacu pada prinsip-prinsip hak anak yaitu :
1. Non Diskriminasi
2. Kepentingan Terbaik Anak
3. Hak Hidup, tumbuh dan berkembang
4. Partisipasi Anak
Inovasi Pengembangan Sinergitas Layanan bagi Anak Berhadapan Hukum (ABH) merupakan solusi atas masalah yang dihadapi oleh salah satu anak yang memerlukan perlindungan khusus yaitu Anak Berhadapan Hukum (ABH) dimana Kab.Maros merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai kasus ABH yang cukup tinggi dari 24 kab/kota di Sulawesi Selatan.
Pelaksanan Pengembangan Sinergitas Layanan bagi Anak Berhadapan Hukum telah memberikan dampak positif terhadap Warga binaan Anak di LPKA Maros, demikian halnya dengan ketersediaan Sumber Daya (SDM, Sarana dan Prasana) di LPKA Maros sangat respon terhadap pemenuhan hak anak serta Keluarga/Orang Tua dari Anak yang berhadapan hukum. Hal ini terlihat dari penampakan LPKA dimana saat ini telah mempunyai ruang bermain anak bagi keluarga yang berkunjung, telah tersedia ruang konseling anak dan keluarga, petugas LPKA sangat peduli terhadap pengembangan bakat dan minat anak dan melakukan pembinaan tanpa kekerasan, Anak juga tetap mengenyam pendidikan meskipun di dalam LPKA dengan mengikutkan mereka ujian persamaan dan diberikan pendampingan dalam belajar dan Mereka (Anak Berhadapan Hukum) juga terlibat dalam Perencanaan pembangunan dan perayaan besar Nasional yaitu Hari Anak Nasional dan Hari Ibu.