Teknologi Inseminasi Buatan (IB) di Indonesia sampai saat ini selalu menjadi “senjata andalan” dalam mengembangkan peternakan nasional. Teknologi ini terbukti berkontribusi dalam peningkatan populasi dan juga perbaikan kualitas genetik ternak. Beberapa hal yang menjadi faktor penentu keberhasilan IB di Kabupaten Pinrang adalah kuantitas dari petugas pelaksana IB. Jumlah petugas tidak sebanding dengan jumlah akseptor IB. Data menunjukkan, dari 12 jumlah petugas inseminator melayani 19.280 ekor akseptor IB. Faktor lain adalah akses lokasi yang jauh dan sulit dijangkau oleh petugas, dan berdampak kepada ketidak tepatan waktu IB dengan saat birahi sapi yang merupakan syarat mutlak dari keberhasilan pelaksanakan IB. Startegi yang ditempuh sebagai solusi dari permasalahan tersebut adalah merekrut peternak untuk menjadi petugas IB. Sebanyak 12 orang peternak sampai dengan akhir tahun 2022 telah dilatih dan melayani akseptor IB sebanyak 7.452 ekor. Dengan demikian, permasalahan keterbatasan petugas, akses lokasi sulit dijangkau serta ketidak tepatan waktu IB dengan saat birahi sapi dapat diminimalisir. Pelayanan Publik yang Inklusif dan berkeadilan dipilih sebagai bentuk relevansi inovasi dengan kategori yang dipilih dalam pelaksanaan KIPP Tk. Prop. Sul-Sel Tahun 2023. Kategori ini merupakan elemen strategis dari paradigma inklusif dan berkeadilan dalam pelayanan publik untuk dijadikan sebagai standar pelayanan sehingga tercipta layanan yang berkualitas dan berkeadilan bagi masyarakat.
Dibuat Oleh : syamsul alam, sp, m.sI
Telah didownload 90 kali